Powered By Blogger

Kamis, 24 Maret 2011

Proyek Perencanaan Komunikasi (Part 1)

PERENCANAAN PROGRAM KOMUNIKASI
GERAKAN MEDAN SADAR WISATA DAN BUDAYA

Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan kebudayaan yang beragam. Kekayaan alam tersebut membentang dari Sabang sampai Merauke dengan wujud alam yang begitu indah nan eksotis. Begitu pula dengan seni dan budaya, Indonesia tercatat sebagai negara yang paling banyak memiliki keberagaman suku dan budaya. Tiap suku memiliki kebudayaan masing-masing. Baik kekayaan alam maupun seni budaya dapat dijadikan salah satu aset yang mampu mendatangkan pemasukan atau devisa bagi negara. Hal tersebut didukung dengan kegiatan kepariwisataan. Sampai saat ini pariwisata merupakan salah satu sektor non migas yang mendatangkan devisa terbesar bagi Indonesia.
Dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka tiap daerah di Indonesia haruslah memiliki kebijakan masing-masing dalam mengelola kepariwisataan dan pelestarian seni budaya daerahnya. Begitu pula dengan kota Medan. Sebagai ibukota dari Propinsi Sumatra Utara dan kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan merupakan campuran yang sempurna dari beberapa suku dan budaya, karena di kota ini didapati beberapa suku, suku Aceh, suku Padang, suku Melayu dan suku Batak. Demikian pula keturunan Cina banyak berdiam di kota ini sejak zaman Belanda, menyebabkan kota ini semakin kaya dengan budayanya. Medan memiliki penduduk yang padat dan merupakan tempat yang eksotis untuk dikunjungi khususnya jika anda menyukai alam flora dan fauna. Medan juga merupakan pintu gerbang menuju Danau Toba, danau terbesar di Asia Tenggara, dan Bukit Lawang, tempat konservasi Orang Hutan.
Medan banyak dikunjungi para turis dari seluruh dunia. Para turis yang mengunjungi Indonesia umumnya akan mengunjungi kota Medan paling tidak sekali. Keragaman budaya dari tempat ini merupakan daya tarik yang utama. Beraneka macam suku terlihat di kota ini, campuran berbagai budaya yang terlihat di sini, dan perkembangan dari beraneka seni menjadikan tempat ini kaya akan kasliannya. Ini adalah sebab mengapa Medan amat popular bagi para turis.
Namun pada saat ini pariwisata kota Medan sedang dalam masa-masa suram. Pariwisata kota Medan terlihat lesu, dimana dinas kepariwisataan kota Medan mencatat penurunan kunjungan turis mencapai 40%. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kegiatan yang mampu menggebrak dunia kepariwisataan kota Medan sekaligus melestarikan seni budaya khas lokal yang menjadi ikon kota Medan mulai dari masyarkat kota Medan sendiri. Program yang mendukung berbagai kegiatan pariwisata dan pengembangan serta pelestarian budaya ini perlu didukung oleh berbagai pihak sehingga apa yang menjadi tujuan utamanya dapat tercapai. Adapun kegiatan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan program ini adalah semua kegaiatan yang mampu menarik minat dan kesadaran masyarakat kota Medan sendiri untuk terus mengembangkan pariwisata dan melestarikan kebudayaan lokal kota Medan sebagai salah satu aset penting bagi kota Medan.
Menurut UU Undang-undang No. 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan kepariwisataan adalah untuk meningkatkan pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, juga memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja serta mendorong pembangunan daerah.
Untuk itu sudah selayaknya pariwisata dapat dijadikan alternatif penggerak perekonomian hingga sedemikian rupa menjadi sumber pendapatan bagi setiap daerah yang memiliki potensi untuk menyelenggarakannya, dalam upaya memperoleh atau meningkatkan pendapatan daerah.
Proses pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan peningkatan “Sadar Wisata” masyarakat. Sadar Wisata dikalangan masyarakat tidak tumbuh dengan sendirinya, masyarakat lebih mudah memahami apa yang mereka lihat, apa yang mereka rasakan. Pembangunan pariwisata yang manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat akan menciptakan iklim yang lebih baik  bagi tumbuh dan berkembangnya sadar wisata dikalangan masyarakat.
Masalah
Saat ini kepariwisataan kota Medan sedang mengalami masa suram dimana terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada objek-objek wisata lokal di kota Medan. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengembangkan kepariwisataan lokal adalah penyebab utama ditambah kurangnya promosi di kalangan masyarakat. Hal ini diperburuk dengan kurangnya minat masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang kebudayaan lokal kota Medan. Saat ini kita sangat perlu untuk melestarikan budaya lokal agar tidak diklaim sebagai kebudayaan bangsa lain dan juga sebagai aset kekayaan budaya nasional.
Jadi yang perlu diperhatikan sebagai permasalahan utama adalah :
·         Kurangnya kesadaran masyarakat kota Medan untuk mengembangkan kepariwisataan di Kota Medan.
·         Kurangnya minat masyarakat Kota Medan untuk mengenal lebih jauh terhadap kebudayaan lokal Kota Medan.
Tujuan
Keikutsertaan kami dalam membangun penciptaan citra pariwisata dan kebudayaan di  Kota Medan, kami menyadari bahwasanya hal itu bukan hanya tugas pemerintah tetapi lebih lengkap dan sempurna jika semua elemen masyarakat, pengelola maupun pelaku pariwisata menjadi pelaku utama suksesnya program pariwisata dan budaya ini.
Sudah saatnya untuk bersama-sama menciptakan sinergi daerah tujuan wisata dan menggalang potensi bersama dengan mengedepankan keunggulan obyek masing-masing sesuai sikap dan perilaku sehari-hari, agar tercipta obyek wisata yang unggul dan memiliki citra positif serta munculnya sikap kepededulian terhadap pelestarian budaya lokal.
Pariwisata merupakan industri perdagangan jasa yang dalam kegiatannya semata-mata menjual jasa karena produknya bersifat perishable (hanya dapat dikonsumsi dan dinikmati pada saat berada di suatu tempat). Pariwisata bukan merupakan kebutuhan pelengkap, namun sudah menjadi gaya hidup yang harus dipenuhi seperti layaknya kebutuhan sandang ataupun pangan, seiring dengan makin tingginya minat orang melakukan wisata.
Sudah selayaknya daerah yang memiliki potensi wisata, menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi daerah yang mutlak perlu didukung dengan tersedianya sarana dan prasarana termasuk tenaga terlatih, terdidik, mampu dan siap bersaing dalam skala lokal maupun nasional terutama dalam memberikan pelayanan yang memuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar